Sistem
client - server
Merupakan bagian dari model
sistem terdistribusi yang membagi jaringan berdasarkan pemberi dan penerima
jasa layanan. Pada sebuah jaringan akan didapatkan: file server, time server,
directory server, printer server, dan seterusnya.
Middleware
Perangkat lunak Middleware adalah perangkat lunak yang
terletak diantara program aplikasi dan pelayanan-pelayanan yang ada di Sistem
Operasi.
Adapun fungsi dari Middleware adalah:
- Menyediakan
lingkungan pemrograman aplikasi sederhana yang menyembunyikan penggunaan
secara detail pelayanan-pelayanan yang ada pada sistem operasi .
- Menyediakan
lingkungan pemrograman aplikasi yang umum yang mencakup berbagai komputer
dan sistem operasi.
- Mengisi
kekurangan yang terdapat antara sistem operasi dengan aplikasi, seperti
dalam hal: Networking, Security, Database, User Interface, dan System
Administration.
Tujuan utama layanan Middleware adalah untuk membantu
memecahkan Interkoneksi beberapa aplikasi dan masalah Interoperabilitas.
Backup
Data
Backup data merupakan salah satu kegiatan yang harus
dilakukan oleh pengelola database untuk melakukan penyalinan sistem, data dan
aplikasi. Backup data harus dilakukan untuk menjaga jangan sampai terjadi
kerusakan sistem dari luar ataupun dari dalam sistem, yang disengaja atau pun
tidak disengaja.
Proses backup data dilakukan secara rutin sesuai dengan
jadwal yang telah ditentukan, jika dimisalkan pada sebuah perusahaan memiliki 1
database yang melayani 100 transaksi perhari bisa kita bayangkan berapa banyak
data yang terkumpul dalam 1 bulan, dan jika terjadi kerusakan system maka data
yang begitu banyak akan hilang atau akan menjadi pekerjaan input data baru yang
membuang buang waktu, dengan adanya proses backup data kejadian tersebut bisa
dihindari, misalnya secara rutin administrator database melakukan penyimpanan
data setiap minggu sehingga jika pada minggu ketiga hari kedua terjadi crash
system atau kerusakan system yang terjadi akibat gangguan system atau factor
gangguan cuaca seperti gempa, banjir dan tanah longsor yang merusak data secara
fisik. Maka data yang hilang hanya 2 hari, sehingga total data yang hilang
adalah 200 transaksi, dari ilustrasi diatas kita bisa mengetahui betapa
pentingnya proses backup data untuk daur hidup suatu system database.

Karakteristi
Sistem Terdistribusi
1. Keheterogenan komponen (heterogenity)
Suatu
sistem terdistribusi dapat dibangun dari berbagai network, operation system,
hardware dan programming language yang berbeda.
2. Keterbukaan (openness)
Semua
user dapat mengakses asalkan mempunyai hak akses
3. Keamanan (security)
Keamanan
untuk mencegah dari hacker, crack
4. Trasparansi
Data
dapat diakses tetapi tidak diketahui keberadaannya
5. komunikasi
Saling
berhubungan antara client dan server
6. Performance
Kecepatan
dalam mengatur sistem
7. Reability/toleransi
Perkiraan
kegagalan dalam membuat sistem
Thread
Thread adalah sebuah alur
kontrol dari sebuah proses. Kontrol thread tunggal ini hanya memungkinkan
proses untuk menjalankan satu tugas pada satu waktu. Banyak sistem operasi
modern telah memiliki konsep yang dikembangkan agar memungkinkan sebuah proses
untuk memiliki eksekusi multi-threads, agar dapat secara terus menerus mengetik
dan menjalankan pemeriksaan ejaan didalam proses yang sama, maka sistem operasi
tersebut memungkinkan proses untuk menjalankan lebih dari satu tugas pada satu
waktu. Suatu proses yang multithreaded mengandung beberapa perbedaan alur
kontrol dengan ruang alamat yang sama.
Perbedaan antara proses
dengan thread tunggal dan proses dengan thread yang banyak adalah proses dengan
thread banyak dapat mengerjakan lebih dari satu tugas pada satu satuan waktu.
Banyak perangkat lunak
yang berjalan pada PC modern dirancang secara multi-threading. Sebuah aplikasi
biasanya diimplementasi sebagai proses yang terpisah dengan beberapa thread
yang berfungsi sebagai pengendali. Contohnya sebuah web browser mempunyai
thread untuk menampilkan gambar atau tulisan sedangkan thread yang lain
berfungsi sebagai penerima data dari network.
Kadang kala ada situasi
dimana sebuah aplikasi diperlukan untuk menjalankan beberapa tugas yang serupa.
Sebagai contohnya sebuah web server dapat mempunyai ratusan klien yang
mengaksesnya secara concurrent. Kalau web server berjalan sebagai proses yang
hanya mempunyai thread tunggal maka ia hanya dapat melayani satu klien pada
pada satu satuan waktu. Bila ada klien lain yang ingin mengajukan permintaan
maka ia harus menunggu sampai klien sebelumnya selesai dilayani. Solusinya
adalah dengan membuat web server menjadi multi-threading. Dengan ini maka
sebuah web server akan membuat thread yang akan mendengar permintaan klien,
ketika permintaan lain diajukan maka web server akan menciptakan thread lain
yang akan melayani permintaan tersebut.
OSI
layer
7 Layer OSI adalah sebuah
model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International
Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI mempunyai
sebuah kepanjangan, yaitu : Open System Inter Connection yang merupakan
Kumpulan Layer-layer yang tidak salingbergantungan namun saling berkaitan satu
sama lainnya, maksud dari pernyataan tersebut adalah masing-masing Layer sudah
mempunyai Tugas dan Tanggung Jawab masing-masing dan Saling mengisi satu sama
lain, dan sama halnya dengan sebuah kerjasama Kelompok. jika salah satu dari
Layer tersebut tidak digunakan berarti tidak akan Terbentuk jaringan.
File
service
•Sebuah file
server menyediakan file service ke
client.
•
client terdapat interface untuk fileservice :
operasi primitif file (membuat file (create),
menghapus(delete) dan read / writefile).
•
Komponen perangkat keras utama : local storage (umumnya disk drive/HDD).
•
Local
Storage menyimpan file-file dan dari tempat tersebut request client mengambil file.
•
Pada DFS client, server dan juga perangkat
penyimpanan merupakan mesin terpisah dalam sebuah lingkungan terdistribusi
(Intranet).
•
Aktifitaslayanan(service)dibawamelewatijaringan(network)selainsistemmemilikisatudataterpusat,sistemmemilikibeberapaperangkatpenyimpananindependent.
•
Konfigurasi konkret dan juga implementasi dari
sebuah DFS dapat beragam bentuknya.
•
Dalam beberapa konfigurasi, server berjalan
sebagai dedicated machine (layanan terpusat)
atau juga menjadi server dan client.
•
DFS dapat diimplementasikan sebagai bagian
dari ‘Sistem Operasi Terdistribusi’ dengan sebuah layer software yang tugasnya mengatur komunikasi antara sistem operasi konvensional
dan file system.
•
Desain service file terdistribusi yang baik
adalah menyediakan akses distribusi file dengan performansi dan realibilitas yang
sama atau lebih baik dari penyimpananfile-file dalam disk local dalam bentuk transparent.
•
Desain skala besar dari proses sistem penyimpanan
baca tulis file pada wide area menimbulkan masalah pada loadbalancing, reliabilitas,
avaibility dan security.
•
File sistem yang terdistribusi mengemulasikan
fungsionalitas dari file sistem tak terdistribusi untuk program client yang berjalan
pada komputer remote.
•
File sistem terdistribusi juga menyediakan
hal-hal pokok untuk pengorganisasian komputer yang berbasiskan jaringan intranet.
Name
Service
•
www Penjelasan
•
Cdk3.net diartikan ke IP
•
8888 adalah port
•
Web examples jelasin adalah rektori file
yang dipublic
Time
dan Cordination
Perbedaan
sistem terdistribusi dan sistem jaringan
JARINGAN
KOMPUTER
|
SISTEM
TERDISTRIBUSI
|
Komputer
yang terhubung merupakan gabungan yang terdiri dari beberapa workstation atau
juga gabungan computer server client
|
Computer
yang terhubung terdiri dari host (computer utama) dan terminal-terminal
(computer yang terhubung dengan computer host )
|
Beberapa
computer terhubung agar dapat sharing,namun tiap pekerjaan ditangani
sendiri-sendiri oleh computer yang meminta dan dimintai layanan. Server hanya
melayani permintaan sesuai antrian yang sudah di atur system
|
Beberapa
host computer terhubung agar dapat mengerjakan sebuah atau beberapa pekerjaan
bersama-sama . Host melayani beberapa terminal dan melakukan proses
berdasarkan input dari terminal-terminal
|
Kualitas
komunikasi data dipengaruhi oleh media transmisi yang digunakan.
Lamanya
suatu proses dipengaruhi oleh spesifikasi hardwere masing-masing station yang
meminta layanan
User
dapat mengetahui proses yang sedang berlangsung di computer station atau
server
|
Kualitas
komunikasi data dipengaruhi oleh system.
Lamanya
suatu proses tergantung system operasi yang akan memilih processor computer
mana yang akan digunakan
User
tidak dapat mengetahui proses yang sedang berlangsung di host
|
Metode
komunikasi antar computer dengan model peer to peer atau client server
|
Metode
komunikasi antar computer tersentralisasi atau terpusat pada computer utama
/host
|
Tipe
ancaman pada sistem terdistribusi
Ancaman Keamanan.
Beberapa ancama yang
dapat mengancam suatu sistem adalah leakcage(pengambilan informasi oleh
penerima yang tidak berhak), Tampering(pengubahan informasi yang tidak legal),
Vandalism(gangguan operasi sistem tertentu, dimana pelaku tidak mengharapkan
keuntungan apapun). Ada beberapa kemungkinan serangan yang dapat dilakukan oleh
pihak lain diantaranya adalah :
1.
Intrusion : penyerangan jenis ini
seseorang penyerang akan dapat menggunakan sistem komputer yang kita miliki.
2.
Denail of services : penyerangan ini
mengakibatkan pengguna yang sah tidak dapat mengakses sistem.
3.
Joyrider : penyerangan jenis ini
disebabkan oleh orang yang merasa iseng dan ingin memperoleh kesenangan dengan
cara menyerang suatu sistem.
4.
Vandal : jenis serangan ini bertujuan
untuk merusak sistem yang sering dituju untuk site-site besar.
5.
Scorekeeper: jenis serangan ini hanyalah
bertujuan untuk mendapatkan reputasi dengan cara mengacak-acak system sebanyak
mungkin.
6.
Mata-mata : jenis serangan ini bertujuan
untuk memperoleh data atau informsi rahasia dari pihak pesaing. Tujuan utama
adanya sistem keamanan adalah untuk membatasi akses informasi dan resources
hanya untuk pemakai yang memiliki hak.
Perbedaan Hacker dan
Cracker
Hacker : sifatnya tidak
menghacurkan atau tidak melakukan tindakan tapi hanya melihat informasi
Cracker : Mengubah sebuah
data dari file asli
Enkripsi
Symmetric key
Untuk menjelaskan konsep
enkripsi ini, kita akan menggunakan sedikit penjelasan dari Wikipedia untuk
memahami bagaimana cara kerja algoritma Symmetric.
Alice menaruh sebuah
pesan rahasia di dalam kotak dan mengunci kotak menggunakan gembok dan ia
memiliki kuncinya. Kemudian dia mengirimkan kotak ke Bob melalui surat biasa.
Ketika Bob menerima kotak, ia menggunakan kunci salinan sama persis yang
dimiliki Alice untuk membuka kotak dan membaca pesan. Bob kemudian dapat
menggunakan gembok yang sama untuk membalasa pesan rahasia.
Dari contoh itu,
algoritma sysmmetric-key dapat dibagikan kepada stream cipher dan block cipher.
Stream cipher mengenkripsi satu per satu bit dari pesan, dan block cipher
mengamil beberapa bit, biasanya 64bit dan mengenkripsi mereka menjadi satu
bagian. Ada banyak algoritma berbeda dari symmetric termasuk Twofish, Serpent,
AES (Rijndael), Blowfish, CAST5, RC4, TDES, and IDEA.
Enkripsi
Asymmetric key
Pada metode asymmetric
key, Bob dan Alice memiliki gembok yang berbeda, bukan satu gembok dengan
beberapa kunci seperti contoh symmetrick key di atas. Tentu saja contoh ini
lebih sederhana daripada yang seharusnya, tapi sebenarnya jauh lebih rumit.
Pertama Alice meminta Bob
untuk mengirim gembok yang terbuka melalui surat biasa, sehingga ia tidak
membagikan kuncinya. Ketika Alice menerimanya, ia menggunakannya untuk mengunci
sebuah kota yang berisi pesan dan mengirimkan kotak dengan gembok terkunci tadi
ke Bob. Bob kemudian membuka kotak dengan kunci yang ia pegang karena itu gembok
miliknya untuk membaca pesan Alice. Untuk membalasnya, Bob harus meminta Alice
untuk melakukan hal yang sama.
Keuntungan dari metode
asymmetric key adalah Bob dan Alice tidak pernah berbagi kunci mereka. Hal ini
untuk mencegah pihak ketiga agar tidak menyalin kunci atau memata-matai pesan
Alice dan Bob. Selain itu, jika Bob ceroboh dan membiarkan orang lain untuk
menyalin kuncinya, pesan Alice ke Bob akan terganggu, namun pesan Alice kepada
orang lain akan tetap menjadi rahasia, karena orang lain akan memberikan gembok
milik mereka ke Alice untuk digunakan.
Enkripsi asymmetric
menggunakan kunci yang berbeda untuk enkripsi dan dekripsi. Penerima pesan
memiliki sebuah kunci pribadi dan kunci publik. Kunci publik diberikan ke
pengirim pesan dan mereka menggunakan kunci publik untuk melakukan enkripsi
pesan. Penerima menggunakan kunci pribadi untuk membuka pesan enrkipsi yang
telah dienkripsi menggunakan kunci publik si penerima.
Ada satu keuntungan
melakukan enkripsi dengan menggunakan metode ini. Kita tidak perlu mengirim
sesuatu yang rahasia (seperti kunci enkripsi kita atau password) melalui
saluran yang tidak aman. Kunci publik kamu akan leihat ke dunia dan itu bukan
rahasia. Kunci rahasia kamu akan tetap aman di komputer kamu, dimana itu
tempatnya.