welcome my blog

Senin, 30 Juni 2014

"MAKALAH" PARTISIPASI PEMILIH DALAM PEMILIHAN UMUM 9 APRIL 2014


UNIVERTSITAS GUNADARMA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
PARTISIPASI PEMILIH DALAM PEMILIHAN UMUM 9 APRIL 2014

Disusun Oleh :
Nama   : DWI WINANTO PUTRO NUGROHO
NPM    : 32112313
Jurusan : MANAJEMEN INFORMATIKA

JAKARTA
2014








KATA PENGANTAR

Syukur alhamdulillah, merupakan satu kata yang sangat pantas penulis ucakan kepada Allah STW, yang karena bimbingannyalah maka penulis bisa menyelesaikan sebuah makalah berjudul “PARTISIPASI PEMILIH DALAM PEMILIHAN UMUM 9 APRIL 2014”


Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dalam jangka waktu tertentu sehingga menghasilkan karya yang bisa dipertanggungjawabkan hasilnya. Saya mengucapkan terimakasih kepada pihak terkait yang telah membantu saya dalam menghadapi berbagai tantangan dalam penyusunan makalah ini.

Saya menyadari bahwa masih sangat banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karna itu saya mengundang pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kemajuan ilmu pengetahuan ini.

Terima kasih, dan semoga makalah ini bisa memberikan sumbangsih positif bagi kita semua
  



  Jakarta,29-04-2014
    "Dwi winanto"




DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...................................................................
BAB 1 PENDAHULUAN................................................................
BAB 2 LANDASAN TEORI DAN LANDASAN PUSTAKA........
BAB 3 GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN............
BAB 4 PENUTUP DAN SARAN...................................................
DAFTAR PUSTAKA....................................................................... 




 BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
          Pemilu (Pemilihan Umum) sering disebut sebagai pesta Demokrasi yang  dilakukan sebuah  Negara. Dalam sebuah Negara yang menganut paham Demokrasi, Pemilu menjadi kunci terciptanya demokrasi.
Sistem  demokrasi diindonesia ini dikenal dengan nama Pemilihan Umum (Pemilu).
Pemilu di Indonesia  dilakukan  dengan rentang waktu 5 tahun sekali dan di selenggarakan oleh suatu komisi  independent, di kenal dengan nama Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai mana tercantum dalam pasal 15 (ayat 1) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2003 tentang pemilihan umum yang menjelaskan bahwa “Pemilu di selenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum yang bersifat nasional, tetap dan mandiri’.
Dari beberapa penyelenggaraan pemilu cenderung masyarakat yang sudah mendapat hak memilih dalam pemilihan calon legislatif  merasa tidak ingin datang untuk untuk memilih atau bisa disebut golput (golongan putih).
Berdasarkan paparan pada latar belakang di atas, maka ditemukan beberapa
gejala permasalahan diantaranya :
1. Pemilih enggan datang ke TPS karena tidak mengetahui siapa yang akan dipilih.
2.pemilih tidak senang dengan caleg dikarenakan banyak para caleg pada periode sebelumnya tidak  menenpati janji seakan pemilih menggangap tidak sesuai.
3. pemilih tidak mengetahui tata cara memilih terutama pemilih pemula.




Dari gejala-gejala yang disebutkan di atas, maka penulis tertarik untuk meneliti dengan judul :
“KURANGNYA ANTUSIAS MASYARAKAT DALAM PESTA DEMOKRASI PEMILU LEGISLATIF TAHUN2014” (Studi Kasus Kelurahan Menteng atas TPS 010)”
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan hal ini rumusan masalah dalam Penulisan ini adalah:
1.2.1 “Sejauh mana antusias warga yang memilih di kelurahan menteng atas TPS 010 dalam pemilihan legislatif tahun 2014”
          (Studi Kasus Kelurahan Menteng atas TPS 010)
1.2.2” Mengapa warga yang memilih di kelurahan menteng atas TPS 010  kurang antusias dalam pemilihan legislatif tahun 2014”     (Studi Kasus Kelurahan Menteng atas TPS 010)
1.3.  Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1.3.1 Tujuan penelitian
        Penelitian ini bertujuan untuk :
        a. Mengerahui sejauhmana antusias warga yang memilih dalam pemilihan legislatif tahun 2014 dikelurahan menteng atas TPS 010(Studi Kasus Kelurahan Menteng atas TPS 010)
         b.Mengetahui kenapa dalam pemilihan legislatif tahun 2014 kurang antusias dikelurahan menteng atas TPS010 (Studi Kasus Kelurahan Menteng atas TPS 010)





1.3.2 Kegunaan Penelitian
        Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai :
    a. Untuk memberi wawasan masyarakat atau pemahanan tentang pengaruhnya partisipasi dalam Pemilu legislatif tahun 2014 dikelurahan menteng atas TPS 010 (Studi Kasus Kelurahan Menteng atas TPS 010)
    b.Sebagai kontribusi bagi pemerintah untuk mengkampayekan peran masyarakat dalam pemilihan legislatif tahun 2014.
    c.Melengkapi tugas untuk memenuhi nilai pendidikan kewarganegaraan yang diberikan oleh dosen.

1.4 Metode Penelitian
   1.4.1 Jenis Penelitian
           Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan meminta data langsung   kepada tempat pemungutan suara dalam hal ini kami ambil data dari TPS 010 , data yang kami terima adalah sudah pendataan hasil akhir dalam hal ini data berita acara.
1.4.2 Lokasi Penelitian
            Kelurahan Menteng Atas , Kecamatan Setiabudi , Jakarta Selatan (TPS 010)
1.4.3 Responden
        a. Populasi
            Menurut Nawawi (2007:150) “Populasi adalah keseluruhan obyek yang dapat terdiri dari manusia, benda benda, hewan, tumbuh tumbuhan sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu dalam suatu enulisan”.



           Sesuai dengan pendapat diatas, maka populasi dalam penulisan ini adalah meliputi masyarakat menteng atas pada TPS 010 di kota Jakarta Selatan.
1.4.4 Jenis Data
Data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ini adalah berupa data :
a.Data Sekunder

1.4.5.  Teknik dan Alat Pengumpulan Data.
         Agar data yang dikumpulkan dalam penelitian ini dapat mudah diperoleh,
maka penulis menggunakan beberapa teknik pengumpulan data sebagai berikut:
a.  Teknik Observasi
1.4.6.  Teknik Analisa Data.
Analisa data dilakukan secara deskriptif kuantitatif.










BAB II
LANDASAN TEORI ATAU TINJAUAN PUSTAKA
2.1.    Kerangka Teoritis.
2.1.1. Prilaku/Sikap.
         Perilaku adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat luas antara lain : berjalan,berbicara, menangis, tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca, dansebagainya. Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa yang dimaksudperilaku anusia adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yangdiamati angsung maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak  luar(Notoatmodjo, 003:34)
         Dilihat dari bentuk respon terhadap stimulus, maka perilaku dapat dibedakan menjadi dua (Notoatmodjo, 2003:43)
1.  Perilaku tertutup (convert behavior)
Perilaku tertutup adalah respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk
terselubung atau tertutup(convert). Respon atau reaksi terhadap stimulus
ini masih terbatas pada perhatian, persepsi, pengetahuan, kesadaran, dan
sikap yang terjadi pada orang yang menerima stimulus tersebut, dan
belum dapat diamati secara jelas oleh orang lain.
2.  Perilaku terbuka (overt behavior)
Respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk tindakan nyata atau
terbuka. Respon terhadap stimulus tersebut sudah jelas dalam bentuk
tindakan atau praktek, yang dengan mudah dapat diamati atau dilihat oleh
orang lain.
2.1.2. Pendidikan Politik
Istilah pendidikan politik dalam Bahasa Inggris sering
disamakan dengan istilah political sucialization. Oleh karena itu, dengan
menggunakan istilah political sosialization banyak yang mensinonimkan
istilah pendidikan politik dengan istilah Sosialisasi Politik. Dengan kata
lain, sosialisasi politik adalah pendidikan politik dalam arti sempit.
Menurut Surbakti, dalam memberikan pengertian tentang
pendidikan politik harus dijelaskan terlebih dahulu mengenai sosialisasi
politik. Surbakti (1999:117) berpendapat bahwa:
Sosialisasi politik dibagi dua yaitu pendidikan politik dan
indoktrinasi politik. Pendidikan politik merupakan suatu proses
dialogik diantara pemberi dan penerima pesan. Melalui proses ini
para anggota masyarakat mengenal dan mempelajari nilai-nilai,
norma-norma, dan simbol-simbol politik negaranya dari berbagai
pihak dalam sistem politik seperti sekolah, pemerintah, dan partai
politik.
Pendapat di atas secara tersirat menyatakan bahwa pendidikan
politik merupakan bagian dari sosialisasi politik.
2.1.3. Partisipasi Politik
Pendapat Surbakti (1999:140) memberikan pengertian partisipasi
politik ialah segala keikutsertaan warga negara biasa dalam menentukan
segala keputusan yang menyangkut atau mempengaruhi  hidupnya.
Kemudian Menurut Budiardjo (2008:367) menyebutkan bahwa ;
“Partisipasi politik adalah kegiatan seseorang atau sekelompok
orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik, antara
lain seperti memilih pimpinan negara dan secara langsung atau
tidak langsung, mempengaruhi kebijakan pemerintah.”
2.1.4 Tinjauan Yuridis
2.1.4.1. Pemilih Pemula
Dasar hukum pemilih pemula untuk menjadi pemilih dalam
Pemilu legislatif Provinsi DKI JAKARTA dalam hal ini warga menteng atas kelurahan menteng atas (TPS010) adalah sesuai pasal 19 ayat 1
Undang-Undang Nomor  10 tahun 2008  tentang pemilihan umum, adalah
“Warga Negara Indonesia  yang pada hari pemungutan suara telah genap
berumur 17 tahun atau lebih atau sudah/pernah kawin mempunyai hak
memilih”dan Pasal 19 ayat 2, “Warga Negara Indonesia  sebagaimana
dimaksud pada pasal 19 ayat 1 didaftar oleh penyelenggara Pemilu dalam
daftar pemilih”.
2.1.4.2. Pemilu
Pemilihan Umum adalah untuk memilih anggota Dewan Perwakilan
Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sebagai penyalur aspirasi
politik rakyat serta anggota Dewan Perwakilan Daerah sebagai penyalur
aspirasi keanekaragaman daerah sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 22E
ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

2.2. Konsep Operasional.
Pemahaman pemilih  merupakan hal yang penting dalam sebuah
pemilihan umum, harus  adanya dasar pendidikan politik, untuk mengukur
partisipasi pemilih  dalam berdemokrasi dapat dilihat melalui indikator
sebagai berikut :
1.  Kegiatan sukarela dalam mengambil bagian pada proses pemilihan
Yaitu  Pemilih Pemula  ikut  serta dalam proses pelaksanaan demokrasi
dalam Pemilihan Umum di Kota JAKARTA SELATAN KELURAHAN MENTENG ATAS (TPS010) Tahun 2014 dengan sub indikator sebagai berikut :
a.  Pemilih  ikut serta dalam pemberian suara.
b.  Pemilih  mengenali salah satu bakal calon yang akan menjadi
anggota legislatif untuk DPR RI , DPD DKI JAKARTA, DPRD JAKARTA SELATAN
c.  Pemilih  mengikuti penjelasan-penjelasan yang dilaksanakan
oleh KPU Kota Jakarta selatan tentang tata cara pencoblosan pada
Pemilu 2014.
d.  Pemilih  menghadiri acara kampanye salah satu calon atau
kandidat calon yang akan menjadi anggota legislatif untuk DPR,DPD DKI Jakarta, serta DPRD Jakarta Selatan pada Pemilu 2014.











BAB III
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

3.1 NAMA DAERAH
Kelurahan : Menteng Atas , Kecamatan Setiabudi ,Kota : Jakarta Selatan , Provinsi : Jakata, Daerah Pemilihan :Dapil 7.
3.2 Karakteristik Penduduk :
a.  Jenis Kelamin.
Karakteristik responden dilihat dari Data pemilih yaitu pemilih terdaftar dalam daftar pemilihan tetap (DPT) laki-laki terdiri dari 203 orang dan perempuan terdiri 203 orang sehingga jumlah DPT 406 orang . Sedangkan pemilihan terdaftar dalam daftar pemilihan tambahan  (DPTb) laki-laki terdiri 1 orang dan perempuan 0. Sedangkan pemilih khusus tambahan (DPKTb)/pengguna KTP dan KK terdiri dari laki-laki 2 orang dan perempuan terdiri 3 orang sehingga jumlahnya 5 orang. Dari hasil atau jumlah keselurahan adalah laki-laki 206 orang dan perempuan 216 orang , dan jumlahnya 422 orang.

b.  Pendidikan
Dilihat dari tingkat pendidikan responden dalam survei yang dilakukan
mencerminkan pendidikan responden SMA 70% Diploma tiga 15% ,Strata satu 15 %
c.  Umur Responden
Dalam survei yang dilakukan, karakteristik responden berdasarkan
umur yang berumur 17-19  tahun  sejumlah  30%  persen kemudian
responden yang berumur 19-25 tahun sejumlah 30% persen. Selanjutnya
umur 25 keatas 40%.
d.  Agama
Karakteristik responden berdasarkan agama responden yang
beragama Islam 90 persen, Protestan 5 persen, Katolik 5 persen,18indu 0 persen, kemudian Konghucu 0 persen dan Budha 0persen.




BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan secara langsung menunjukan bahwa partisipasi masyarakat terhadap pemilu legislatif kurang antusias terlihat dari data yang diamati bahwa dari daftar pemilihan tetap (DPT) hanya sebagian masyarakat yang hadir langsung ke TPS010 kelurahan Menteng Atas Kecamatan Setiabudi Jakarta Selatan dari jumlah DPT yang terdiri 203 orang laki-laki hanya sekitar 127 orang pria yang menggunakan hak pilihnya sedangkan dari pemilih perempuan dari 203 yang terdaftar pemilih tetap hanya 140 menggunakan hak pilihnya , terlihat dari data pemilih perempuan sedikit lebih banyak dari pemilih laki-laki.Total atau jumlah penggabungan antara pemilih laki-laki dan perempuan yang terdaftar dalam daftar pemilih tetep adalah 406 orang sedangkan penggunaan hak pemilih hanya 207 orang.
Dari data sangat jelas bahwa masyarakat kurang antusias untuk datang langsung ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya, ada beberapa faktor para pemilih enggan datang langsung ke TPS yaitu :
1. Pemilih enggan datang ke TPS karena tidak mengetahui siapa yang akan dipilih.
2.pemilih tidak senang dengan caleg dikarenakan banyak para caleg pada periode sebelumnya tidak  menenpati janji seakan pemilih menggangap semua caleg sama.
3. pemilih tidak mengetahui tata cara memilih terutama pemilih pemula.






4.2 SARAN
1. Peran dari sosialisasi dari pihak KPU , serta tokoh masyrakat seperti RT/RW harus lebih ditinggkatkan untuk meningkatkan peran masyarakat terhadap pemilu legislatif
2. Kesadaran dari masyarakat itu sendiri bahwa setiap warga masyarakat indonesia yang sudah memenuhi syarat berhak memberi hak pilihnya artinya peran apapun apabila dari diri sendiri tidak ada maka akan terlihat percuma.





DAFTAR PUSTAKA

www.google.com
Jurnal-Bambang-IP-2013
data TPS 010 kelurahan menteng atas 





















Selasa, 19 November 2013

MANAJEMEN SUMBER INFORMASI (IRM)

             Manajemen sebagai sumber informasi merupakan sumber bagi informasi yang berada dalam sebuah  dimana ada sebuah manjemen , misalakan sumber informasi yang cakupannya bisa hanya diketahui oleh intern dalam maupu untuk secara luas, sebuah sumber informasi yang dikelola oleh manajemen harus diketahui agar adanya sebuah keterbukasn dalam sebuah sistem yang sedang dikelola , apakah sebuah manajemen tersebut dikelola secara baik atau pun tidak baik sehingga , beberapa yang mengatur di sebuah manajemen bisa diperbaiki sehingga akan lebih baik lagi.
Apabila sebuah manajemen tidak memiliki sebuah sumber informasi yang baik maka bisa dikatakan sebuah manajemen tersebut tidak sehat atau tidak baik karena tidak dapat diketahui apa yang terjadi.
Sebuah sumber informasi sangat dibutuh sekecil apapun informasi tersebut.

Misalnya contoh Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya Manusia / Kepegawaian
Rancangan Fitur
A. Manajemen Sistem
   - Konfigurasi
   - Grup
   - Pengguna
   - Unit
B. Manajemen Referensi
   - Jenis Pegawai
   - Unit Kerja
   - Bank
   - Jabatan
   - Agama
   - Pendidikan
   - Kota
   - Jenis Cuti
   - Jenis Lembur
   - Jenis Pelatihan
   - Jenis Penelitian
   - Level Jabatan
   - Tingkat Penghargaan
   - Tingkat Seminar
   - Rekening
   - Anggaran
   - Fasilitas
C. Manajemen Pegawai
   - Pegawai
   - Istri/suami
   - Anak
   - Orang Tua
   - Mertua
   - Saudara Kandung
D. Manajemen Gaji
   - Komponen
   - Formula
   - Tunjangan & Potongan
   - Gaji Pegawai
   - Rekap Gaji Pegawai
   - Tunjangan & Potongan Pegawai
   - Formula Pegawai
E. Data Pegawai
   - Pendidikan
   - Pelatihan
   - Seminar
   - Penghargaan
   - Cuti
   - Lembur
F. PPH
   - Range Potongan
   - Pekerja
   - Formula
G. Portal Pekerja
   - Profile
   - Gaji

KEAMANAN DAN KONTROL SISTEM INFORMASI

                       


                 Keamanan dari sebuah sistem informasi adalah mengamankan sebuah sistem yang dibuat agar, sebuah sistem informasi tidak dapat diganggu oleh sebuah hal yang tidak diinginkan, misalkan Mengamankan Bisnis Anda dan Karir sistem keamanan informasi merupakan kebutuhan bisnis. Sebuah pelanggaran keamanan serius tidak hanya dapat merusak penjualan, data keuangan dan pelanggan, namun dengan demikian, melempar organisasi bisnis menjadi bangkrut kekacauan dan mungkin. Dengan demikian, organisasi saat ini sedang mencari keamanan sistem informasi manajer dan profesional yang tahu cara untuk melindungi sistem informasi, aplikasi, dan jaringan dari serangan dan kegagalan.


           Sedangkan kontrol digunankan untuk meninggkatkan kinerja sistem, mencegah atau mendekteksi peyahgunaan atau kesalahan sistem dan menjamin keamanan data, informasi atau persyaratan.

Senin, 01 Juli 2013

Arema Vs Persija

         Sebuah laga super sunday football tersaji hari minggu tanggal 30 juni 2013 , pertandingan ini mempertemukan antara Arema Indonesia Vs Persija jakarta yang dimainkan di stadion kanjuhuran , kepanjen Malang, jawa timur.
     
      Pertandingan kedua tim ini sangat menarik ditambah dengan dukungan kedua pendukung masing-masing tim , terlebih pendukung Persija jakarta yang jauh jauh dari jakarta hanya untuk mendukung tim kesayangannya, pendukung Persija /jakmania hadir sekitar 1.500, memang kedekatan antar kedua pendukung baik malang maupun jakarta bisa dibilang persaudaraan yang sangat erat.
 
     Pertandingan ini bisa dibilang kualitas pemain arema bisa dibilang lebih baik , pemain pemain bintang arema cukup merepotkan barisan belakang pemain persija, pemain persija di awal awal pertandingan bermain tidak lepas dan gugup. Pemain persija sering sekali melakukan kesalahan, sering terlihat salah passing, memang arema melakukan pressing yang begitu ketat sehingga diawal awal pertandingan persija dikurung setengah lapangan, terbukti diawal pertandingan arema unggul dengan skor 2-0 yang bertahan hingga babak pertama.

    Dibabak kedua persija melakukan perubahan dan hasilnya cukup positif persija mampu melakukan penyerangan yang berbahaya, keasikan menyerang persija justru kecolongan lagi arema mampu memperlebar keuggulan dengan skor 3-0.
Pertandingan sempat terhenti dibabak kedua akibat asap yang mengepul di stadion kanjuruhan, malang akibat penyalaan flare dan smoke. Persija berhasil memperkecil pertandingan melalui striker haus gol persija pacho kenmone , tapi sayang persija hanya bisa memasukan 1 gol saja , dan pertandingan berakhir dengan skor 3-1 untuk keuggulan arema indonesia.

Jumat, 28 Juni 2013

Rohit Chand

 

          Rohit Chand pemain kelahiran 1 maret 1992 yang sekarang membela sebuah klub di ibukota yaitu Persija jakarta kian hari penampilannya sangat mengesankan dimata pencinta sepak bola khususnya pencinta Persija (jakmania).
Hingga saat ini Rohit Chand sudah mengoleksi 2 goal, sejak membela Persija jakarta pada putaran kedua, saya pribadi melihat dua goal Rohit Chand sangat berkelas , pemain muda asal nepal yang berposisi sebagai pemain tengah yang mempunyai visi permainan bisa dibilang cukup baik untuk penyeimbang permainan lini tengah persija, Rohit Chand berkaloborasi dengan Amarzukih dan Robertino terlihat cukup solid.
     
             Pada saat pertandingan melawan Persita tanggerang saya melihat penampilan Rohit Chand sangat baik, pemain ini yang memulai penyerangan dan mematahkan serangan lawan, beberapa kali mampu mematahkan serangan lawan dari tengah sehingga pemain lawan seakan kesulitan menembus pertahanan dengan bukti Persija berhasil menang 5-0 tanpa balas, dan kemenangan 5-0 Rohit Chand menyumbang 1 goal yang menurut saya cukup berkelas.
     
          Saya pribadi berharap Rohit Chand bisa dipertahankan dimusim depan, saya menilai dari pertandingan pertandingan selama dia bermain bisa dibilang sebagai rohnya persija jakarta di lini tengah, dan duetnya dengan Amarzukih sangat solid.

R30C  




Minggu, 23 Juni 2013

Fanatisme Buta

       

           Kejadian memalukan kembali terjadi pada sepak bola indonesia, jelang pertandingan antara Persija Vs Persib terjadi sebuah insiden yang sangat sangat kurang terpuji yang dilakukan oleh beberapa oknum suporter , bis pemain yang mengangkut pemain persib menuju stadion utama gelora bung karno dilempari beberapa benda seperti batu , sehingga bis mengalami rusak terutama pada bagian kaca.
Sehingga bus pemain persib memilih untuk kembali menuju kota bandung dan tidak datang ke stadion untuk bertanding.
       
          Rivalitas kedua kelompok suporter antara jakmania dan viking memang sudah lama terjadi , sudah ada korban jiwa akibat permusuhan , kita tidak tau sampai kapan permusuhan ini akan berakhir dan butuh berapa korban lagi yang akan berjatuhan, permasalahan ini harus cepat diselesaikan karena sudah mengarah ke kriminal dan sudah tidak ada lagi nilai fairplay dalam olahraga.
     
       Begitu banyak kejadian kejadian yang terjadi ketika pertandingan antara Persija vs Persib mulai dari sweping suporter , sweping plat nomer kendaraan dalam hal itu sudah tidak masuk akal lagi , bukan kah pertarungan hanya ada 2x45 menit yang terjadi dilapangan yang dimainkan oleh 22 pemain dilapangan dan tugas suporter hanya memberi dukungan kepada pemain kesebelasannya.

      Ini sudah masuk ke fanatisme buta, semua pihak harus ikut campur tangan bukan hanya sekedar antara jakmania maupun viking dan disini pssi harus ikut membantu menyatukan 2 kelompok suporter ini, semoga ada jalan untuk menyelesaikan permusuhan dua kelompok suporter dan tidak ada lagi kasus kasus yang mengarah ke kriminal.


BENDERA KITA MASIH SAMA YAITU MERAH PUTIH!!!!!

Kamis, 20 Juni 2013

Tanpa Penonton!!!!

                  Sebuah laga pertandingan indonesia super league yang sangat dinanti nanti , sebuah laga besar mempertemukan antara Persija vs Persib akan tersaji tepat pada tanggal 22 juni 2013 dan dimana hari itu tepat hari HUT Kota Jakarta.
Tapi sangat disayangkan pertandingan ini tidak bisa disaksikan oleh kedua suporter , polda metro jaya tidak ngeizinkan pertandingan ini disaksikan oleh kedua suporter, polda tidak memberi izin lantaran tensi pertandigan ini terlalu tinggi sehingga polisi tidak ingin mengambil resiko, polda metro jaya juga berkaca pada  pertandingan musim lalu dimana pertandingan ingin menelan korban jiwa.
                Tapi hal ini sangat disayangkan tidak dapat disaksikan oleh suporter , seharusnya polisi lebih berani karena apapun itu slogan polisi menlindungin dan melayani, seharusnya polisi berkaca pada pertandingan persija vs persipura dimana suporter persija (jakmania) bisa berperilaku tertib dan memberi rasa aman.
karena kalo tidak salah polisi sempat menilai suporter persija melalu pertandingan antara persija vs persipura apabila mereka bisa berperilaku tertib maka izin pertandingan persija bisa lebih mudah akan tetapi pada kenyataan polisi tidak dapat memberi izin laga antara persija vs persib, jelas yang sangat dirugikan adalah tim tuan rumah. Dengan hadirnya suporter pada pertandingan ini selain mendapatkan pemasukan yang sangat signifikan tentu juga dukungan suporter dapat memberi motivasi pemain dilapangan.